×

Mutu Rumah Sakit
TRIWULAN III

Indikator Mutu Nasional

  1. Kepatuhan Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)

Indikator ini diukur untuk memperoleh data kepatuhan petugas yang patuh menggunakan APD sesuai indikasi. Berdasarkan data diatas, terlihat  pada TW III tahun 2022 capaian kepatuhan penggunaa APD  sesuai target. Implemnetasi PDCA untuk ketidak tercapaian di Triwulan II 2022 telah dilaksanakan diantaranya adalah pelatihan PPI (APD). Focus PDCA tidak  dilaksanakan pada indicator ini.

2. Kepatuhan Identifikasi Pasien

Indikator ini diukur untuk memperoleh data upaya rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien khususnya dalam prosedur identifikasi yang seragam di seluruh pelayanan rumah sakit. Berdasarkan data di atas, terlihat pada TW III tahun 2022 pencapaian sesuai target (100%).  Fokus PDCA tidak dilaksanakan pada indicator ini.

3. Kepatuhan Kebersihan Tangan

Indicator ini diukur untuk memperoleh data upaya rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien khususnya dari infeksi nosocomial. Kepatuhan cuci tangan adalah kepatuhan dalam melakukan prosedur cuci tangan dengan metode 6 langkah dan five moment. Five moment yang dimaksud adalah sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan asepsis, setelah kontak dengan pasien, setelah terkena cairan tubuh, setelah kontak dengan lingkungan pasien. Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pada tahun TW III tahun 2022 kepatuhan kebersihan tangan sesuai dengan target. Focus PDCA tidak dilakukan pada indikator ini.

4. Waktu Tunggu Rawat Jalan

Waktu tunggu rawat jalan dihitung sejak pasien kontak dengan petugas pendaftaran atau saat pasien melakukan konfirmasi untuk pendaftaran online sampai mendapat pelayanan dokter/dokter spesialis. Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa waktu tunggu rawat jalan TW III tahun 2022  sesuai dengan target (>80%) yaitu < 60 menit dan focus PDCA tidak dilakukan pada indicator ini.

5. Waktu Tanggap SC emergency

Indicator ini diukur untuk mengetahui jumlah tindakan operasi elektif yang ditunda oleh karena alasan yang bukan akibat perubahan status kesehatan pasien yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang. Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pada TW III tahun 2022 sesuai dengan target (<5%) dan focus PDCA tidak dilakukan pada indicator ini.

6. Penundaan Operasi Elektif

Indikator ini diukur untuk mengetahui jumlah pasien yang diputuskan tindakan seksio sesarea emergency kategori I yang mendapatkan tindakan seksio sesarea emergency < 30 menit. Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pencapaian indicator waktu tanggap SC emergency pada TW III tahun 2022 sesuai dengan target.

7. Kepatuhan Waktu Visite Dokter

Indicator ini diukur untuk memperoleh data jumlah jam visite dokter (dibawah jam 14.00) pada hari kerja. Kepatuhan visite dokter berpengaruh pada kelancaran pelayanan. Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa kepatuhan visite dokter spesialis pada TW III tahun 2022 tidak sesuai dengan target ( <80%) sehingga focus PDCA  dilakukan pada indicator ini.

8. Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Laboratorium

Indicator ini mengidentifikasi pelayanan laboratorium yang responsive dengan  mengukur waktu lapor hasil kritis laboratorium yaitu  kurang 30 menit. Hal tersebut berkaitan dengan kelancaran pelayanan pasien. Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pada TW III tahun 2022  waktu lapor hasil kritis laboratorium sesuai dengan target (100%) dan focus PDCA tidak dilaksanakan pada indicator ini.

9. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional

Indicator ini diukur untuk memperoleh data efisiensi pelayanan obat kepada pasien BPJS. Formularium obat adalah daftar obat yang digunakan di rumah sakit dan merupakan kegiatan unit farmasi dalam memantau sejauh mana kepatuhan dokter menggunakan obat BPJS sesuai dengan formularium. Berdasarkan data diatas terlihat bahwa kepatuhan penggunanaan obat sesuai formularium BPJS pada TW III tahun 2022  adalah sesuai target ( >80%). Focus PDCA tidak dilaksanakan pada indicator ini.

10. Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh

Indicator ini diukur untuk memperoleh data  kepatuhan perawat dalam mencegah risiko jatuh pada pasien. Pasien dengan risiko jatuh harus dilakukan upaya pencegahan demi keselamatan pasien. Berdasarkan data diatas terlihat bahwa pada  TW III tahun 2022 kepatuhan pencegahan risiko jatuh sesuai dengan target. Focus PDCA tidak dilakukan pada indicator ini.

11. Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway

Kepatuhan terhadap clinical pathway menggambarkan terselenggaranya standarisasi proses asuhan klinis, mengurangi  resiko proses asuhan klinis, mengurangi adanya variasi asuhan klinis dan memberikan asuhan klinis yang tepat waktu serta penggunaan sumber daya yang efisien dan konsisten sehingga menghasikan mutu pelayanan yang tinggi dengan menggunakan praktek klinik yang berbasis bukti. Adapun CPW yang dievaluasi adalah pelayanan prioritas obgyn yaitu CPW pasien dengan tindakan Seksio Cesarea, CPW Partus Normal, CPW dengan Kehamilan Ektopik Terganggu, CPW pada Abortus dan CPW dengan hyperemesis gravidarum.

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan kepatuhan terhadap clinical pathway pada TW III tahun 2022 sesuai target (>80%). PDCA tidak dilaksanakan pada indicator ini.

12. Kecepatan Waktu Tanggap Terhadap Komplain

 

Indicator ini diukur untuk mengidentifikasi kecepatan respon rumah sakit terhadap complain pasien. Respon terhadap complain yaitu respon yang sudah ditanggapi dan ditindak lanjuti sehingga kepuasan pasien meningkat terhadap pelayanan. Indicator kecepatan respon terhadap complain dianalisa setiap bulan. Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pada TW III tahun 2022 kecepatan waktu tanggap  terhadap complain sesuai dengan target (> 80%).  Focus PDCA tidak dilaksanakan pada indicator ini.